BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi indonesia terbaru - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 04 Juli 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi indonesia terbaru



berita teknologi indonesia terbaru - Bursa saham utama Singapura dimulai melemah pada perniagaan hari ini (3/7/2019) sesudah rilis data ekonomi teranyar menunjukkan kegiatan bisnis Negeri Singa ingin stagnan.

Data pasar mengindikasikan indeks Straits Times dimulai melemah 0,16% ke level 3.365,35 poin, dimana dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, sejumlah 12 mencatatkan eskalasi harga, 15 saham melemah, dan 3 saham tidak mencatatkan evolusi harga.

data rilis ekonomi Singapura pagi ini menunjukkan kegiatan ekonomi yang semakin melambat. Indeks PMI versi Markit Negeri Singa bulan Juni tercatat melulu ada di level 50.6 poin, di bawah pencapaian bulan Mei senilai 52.6 poin, dikutip Trading Economics. 
Ini berarti, kegiatan bisnis Singapura terbilang stagnan, meskipun masih ingin ke arah ekspansi. Sebagai informasi, nilai PMI di atas 50 mengindikasikan adanya peningkatan kegiatan bisnis di sektor swasta, sementara nilai di bawah 50 menandakan penurunan aktifitas.


Di beda pihak, pada Senin (1/7/2019) masa-masa setempat, Presiden AS Donald Trump mengizinkan Huawei untuk melakukan pembelian suku cadang dari pemasok AS yang tidak mempengaruhi ketenteraman nasional. Ini berarti, partner dagang AS, tergolong Singapura, tidak butuh terlalu cemas untuk bertransaksi dengan raksasa teknologi asal Negeri Tiongkok tersebut.

"Salah satu urusan yang bakal saya izinkan ialah - tidak sedikit orang terkejut bahwa kami mengirim dan menjual tidak sedikit sekali produk ke Huawei yang pada kesudahannya diproduksi menjadi sekian banyak  macam urusan - dan saya katakan oke, kami bakal tetap memasarkan produk tersebut," kata Trump, dikutip dari CNBC International.

Akan tetapai, pelonggaran itu tidak berarti AS menerbitkan Huawei dari susunan hitam (daftar entitas).

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyinggung bahwa pemerintah AS tidak menerbitkan Huawei dari susunan hitam dan pihaknya melulu akan mengeluarkan izin lebih banyak untuk perusahaan asal AS untuk memasarkan produknya ke Huawei sekitar produk itu tak membawa ancaman untuk keamanan nasional AS.

"Huawei bakal tetap masuk dalam susunan hitam di mana bakal ada kontrol ekspor yang ketat dan dalam urusan yang sehubungan dengan ketenteraman nasional maka tak bakal ada izin yang diterbitkan (bagi perusahaan AS guna berbisnis dengan Huawei)," kata Kudlow dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari CNBC International.

Kondisi itu dapat menjadi di antara bottle neck (peghambat) untuk AS dan China untuk menjangkau kesepakatan dagang. Hal itu tentunya bukan berita baik untuk perekonomian global, tergolong Singapura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar