BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi game - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 27 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi game

ROBOPARK IN & IT

Hasil gambar untuk sari teknologi

AYOO..!!! DAFTARKAN DIRI ANDA DAN ADIK ANDA
KE SEKOLAH ROBOT DI JAKARTA UTARA


Ternyata masalah utama Android adalah banyak aplikasi berbahaya

berita teknologi game - Berdasarkan riset yang dilakukan dua tahun beruntun soal barisan kelemahan pada Android, dan ternyata urusan tersebut ialah banyaknya software berbahaya.
Dengan meluncurkan Techno LIputan6.com yang dikutip Softpedia, masalah ini tidak dapat disangkal meskipun Google telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan keamanan pengguna.

Tim peneliti dari Data61, unsur dari University of Sidney dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) menciptakan sistem analisis software canggih yang mengandalkan jaringan mempunyai nama convolutional guna memindai software dan menilai kesamaan, tergolong ikon aplikasi.

Aplikasi-aplikasi berbahaya, tergolong kloningan yang berupaya mengerjakan metode scam terhadap pemakai maupun perangkat, seringkali memakai ikon yang menyerupai software populer untuk menipu pemakai agar mau mengunduhnya.


Penelitian ini pun bergantung pada performa pemindaian anti-malware VirusTotal, termasuk pengecekan izin dan buku iklan pihak ketiga guna melihat software yang merusak perlengkapan yang dipasangi.

Terlalu Banyak Aplikasi Berbahaya
Hasil riset tersebut, dari satu juta software yang diperiksa, ada selama 50 ribu software yang menyertakan keserupaan dengan software populer di Play Store.

"Kami mengejar 2.040 pemalsuan potensial yang berisi malware dalam 49.608 software yang menunjukkan kesamaan tinggi dengan di antara dari 10 ribu software populer teratas di Google Play Store," kata riset tersebut.

Tidak melulu itu, kesebelasan peneliti pun menemukan 1.565 pemalsuan potensial yang meminta lima izin riskan tambahan dari software asli.


35 Persen Aplikasi Jahat Telah Dihapus
Kabar positifnya, 35 persen software yang ditandai sebagai software berbahaya tidak lagi terdapat di Google Play Store.

Kemungkinan urusan ini sebab Google sudah menghapus aplikasi-aplikasi itu setelah mengejar ancaman potensial. Namun 65 persen software berbahaya masih terdapat di toko aplikasi.

Untuk itu, pemakai butuh lebih hati-hati terhadap aplikasi-aplikasi yang ada, sebelum mengunduhnya.

Hal yang dapat Anda lakukan supaya tak terjebak di di antaranya ialah mengecek ikon, deskripsi, dan review software dari pemakai lain, sebelum mengunduh software tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar