BERITA TEKNOLOGI | berita tentang teknologi ekonomi - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 27 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita tentang teknologi ekonomi

ROBOPARK IN & IT 

Hasil gambar untuk sari teknologi



Sekolah robotik dan komputer teknologi yang terletak di Jakarta Utara.
membuka pendaftaran untuk sekolah TK, SD, SMP, SMK hingga University


berita tentang teknologi ekonomi - Perlindungan anak di internet perlu dilaksanakan orang tua. Pasalnya, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, Snapchat ialah sebagian dari susunan platform media sosial terus meningkat setiap waktu.

Dengan ketersediaan smartphone, tablet, laptop, dan desktop yang mudah, maka tidak mencengangkan akhir-akhir ini tidak sedikit anak-anak yang menguras waktu mereka untuk pekerjaan online.

Jika anak semakin intens beraktivitas di internet, maka akan kian besar pula bisa jadi si anak mengakses konten-konten yang tak pantas, dari konten pornografi sampai konten riskan lain yang berisi radikalisme. Bahkan, konten yang bersangkutan dengan privasi dan keamanan keuangan keluarganya.

Atas situasi itulah perlindungan anak di internet mesti diperketat oleh semua orang tua. Pencegahan tidak jarang kali menjadi konsep utama dalam menyerahkan perlindungan terhadap anak, dan konsep ini yang menjadi poin urgen dalam Parental Control.

Baca juga : berita teknologi tepat gunateknologi baru kulkas samsung bisa diperintah dengan suarateknologi terbaru kecanggihan teknologi vacum compartmentperkembangan teknologi hari ini


Berbicara tentang Parental Control berarti bicara tentang peran orang tua berinteraksi dalam kehidupan dunia maya anak-anaknya. Orang tua mesti berperan guna lebih pro-aktif mengayomi anak saat beraktivitas di internet tanpa anak merasa diintervensi oleh orangtuanya.

Karena, tanpa pemantauan yang tepat, maka anak-anak dapat menempatkan diri mereka sendiri dan family mereka dalam bahaya. Masalahnya kesadaran orang tua untuk menyerahkan proteksi yang pantas pada anaknya tidak dilaksanakan dengan maksimal.

Hal ini diketahui dari studi yang dilaksanakan ESET di area APAC (Asia Pasifik). Dari temuan survei ESET mengungkapkan, melulu 29 persen narasumber yang merealisasikan Parental Control pada perlengkapan yang dipakai oleh anak-anak mereka.

Temuan ini pun mengungkapkan bahwa 29 persen responden pun memberikan izin untuk anak-anak mereka untuk mendownload program dan software sendiri.

Peneliti Senior ESET, FitzGereald, mengatakan, peran Parental Control mesti lebih diperkuat, khususnya dengan timbulnya keterlibatan sosial atau platform konten. Saat umur muda, keingintahuan seorang anak butuh dipupuk sekaligus dilindungi.

Perlindungan anak di internet adalahkontrol orang tua memfilter aksesibilitas ke bisa jadi konten terlarang yang bisa dominan  negatif pada anak-anak. Kontrol orang tua pun secara tidak langsung mengajarkan anak-anak nilai duit saat melakukan pembelian barang secara online.

“Ini ialah pelajaran berharga untuk anak-anak guna dipelajari di umur muda untuk meyakinkan bahwa mereka tidak menerima pembelian online,” kata FitzGerald.

FitzGereald pun menegaskan, umur muda ialah usia yang paling krusial. Tapi urusan tersebut tidak berlaku untuk Indonesia, atau narasumber yang mengekor survei sejumlah 72 persen sepakat andai mereka mesti mengawasi kegiatan online anak.

Dengan demikian orang tua di Indonesia ialah yang sangat protektif terhadap ketenteraman anak di area Asia Pasifik. Selaras dengan temuan sebelumnya di mana 56% narasumber Indonesia memakai Parental Control untuk perlengkapan anak.

Sebagai orang tua telah seharusnya memakai perangkat pintar sebagai sarana mendidik dan menghibur anak-anak. Hal ini urgen untuk meyakinkan bahwa konten, platform, dan pemakai beda yang mereka tercebur dan terhubung dengan anak, aman.

“Seperti anda ketahui bahwa penjahat dunia maya sering memungut keuntungan dari keluguan anak, dari sifat gampang percaya anak guna mendapatkan informasi pribadi, atau keuangan yang akan mengarahkan pada penipuan atau pencopetan identitas,” tandas FitzGereald.

IT Security Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, mengatakan, anak-anak melulu tahu internet ialah entitas ajaib yang dapat menjawab seluruh pertanyaan dan keingintahuan mereka.

“Yang tidak mereka tahu ialah tentang virus atau malware, privasi online, phising, etika jejaring sosial dan masalah internet lainnya. Di sini orangtua punya keharusan untuk muncul sebagai jembatan penghubung yang mangarahkan anak supaya sampai di seberang dengan aman, tanpa mesti mengekang kegiatan anak, ” jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari Yudhi, memantau kegiatan anak-anak secara online diperlukan, terutama andai orang tua hendak anak-anaknya belajar dan aman secara online. Menjadi orang baru di internet dapat menjadi empiris yang memuaskan atau menakutkan untuk mereka.

Baca juga :

Oleh sebab itu, urgen untuk meminimalisir risiko anak-anak menghadapi durjana siber dunia maya untuk mengurangi akibat dari empiris internet mereka. Di samping itu, perlindungan anak di internet pun untuk meyakinkan bahwa mereka tidak melakukan kelaziman buruk, laksana cyberbullying.

“Pada intinya, poin utama yang hendak ESET bangun pada anak-anak ialah agar mereka dapat mengembangkan kelaziman dan etika yang baik secara online dan offline,” kata Yudhi.

Untuk melengkapi penyampaian ESET mengenai pentingnya Parental Control dan kesadaran orang tua dalam mengayomi anak, inilah ini sejumlah tips yang dapat menolong orang tua menyerahkan perlindungan anak di internet;

Pertama, hindari memberikan kemerdekaan pemakaian perlengkapan pintar Anda untuk anak-anak, sebab mereka barangkali belum pasti tahu teknik meyakinkan ketenteraman situs web lokasi mereka berselancar.

Kedua, Parental Control mesti menjadi pertimbangan utama andai orang tua hendak memberi anak-anak akses ke perlengkapan pintar mereka. Parental Control pada laptop paling penting sebab dirancang untuk menutup situs web yang tidak layak atau berbahaya.

Dan ketiga, orang tua mesti berjuang membatasi kegiatan transaksi online yang dilaksanakan anak, khususnya transaksi online dengan kartu kredit sebab mereka barangkali secara tidak sengaja berbagi kredensial di website yang tidak aman, atau menerima begitu saja pengeluaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar