BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komputer & gadget terbaru - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Jumat, 28 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komputer & gadget terbaru

Hasil gambar untuk sari teknologi

Sekolah Robot industri 4.0 Apa saja kursus dalam robotik? Robotik merupakan studi tentang sistem otonom dan kecerdasan buatan. Tergantung pada tingkat kursus, peserta dapat belajar tentang dasar kinematika robotik atau menghabiskan waktu merancang robot mereka sendiri. Banyak siswa dapat memungut guna dari jenis pembelajaran ini, termasuk mereka yang belajar fisika, robotika industri, statistik, ilmu komputer, teknik elektro, kalkulus, teknik mesin dan robotika terpadu. Seringkali, kursus-kursus ini menggunakan ceramah, diskusi, praktikum, proyek, dan ujian untuk membantu para sarjana belajar.

Kursus di robotika membantu siswa memperoleh keterampilan dan pola pikir yang dibutuhkan untuk berhasil dalam industri. Banyak dari kursus ini membantu peserta meningkatkan pemikiran sistem mereka, pembelajaran aktif dan keterampilan membuat keputusan. Kemampuan ini dapat mengarah pada penawaran pekerjaan yang lebih baik dan peningkatan kecerdasan di bidang kehidupan lainnya.

Biaya kursus dapat bergantung pada durasinya, apakah itu dilakukan secara online atau secara langsung, dan sekolah yang menawarkannya. Pelamar yang berkeinginan belajar lebih tidak tidak banyak tentang biaya kuliah mungkin perlu menghubungi sekolah secara langsung untuk perkiraan yang akurat. di era kini indonesia telah masuk di industri 4.0 dimana seluruh yang kerjaan insan di ganti dengan robot, pemerintah indonesia mendorong guna semua edukasi swasta maupun negri dan lembaga kursus menyarankan pembelajarar robot, penciptaan sampai pemegraman hingga jadi robot tersebut

Baca juga : 
sekolah robot industri 4.0
keuntungan menggunakan jasa digital marketing



Grab mendapat ekstra modal guna memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi di Asia Tenggara.

berita teknologi komputer & gadget terbaru - Perusahaan layanan on demand Grab mendapat ekstra modal sebesar US $ 300 juta atau selama Rp 4,2 triliun dari manajemen investasi Invesco. Adapun, dana itu akan dipakai Grab guna memperluas ekspansinya. Presiden Grab Ming Maa mengatakan, perusahaannya hendak tetap konsentrasi pada ekspansi layanan finansial dan bisnis layanannya yang menyokong mobilitas. "Dukungan terus-menerus dari partner strategis terkemuka membuktikan keterampilan Grab guna mengeksekusi dengan presisi dan konsentrasi hyperlocal untuk menyerahkan inovasi kesatu ke pasar," ujar Ming laksana dikutip dalam Business Times, Kamis (27/6). 
Grab mengatakan, suntikan modal terbarunya tersebut meningkatkan total modalnya sebesar US $ 6,5 miliar. Perusahaan berencana memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi di Asia Tenggara. Sebelumnya, pada mula tahun ini Grab pun telah menemukan US $ 1,46 miliar dari SoftBank Vision Fund. 
"Kami telah meneliti dengan cermat Asia Tenggara dan memiliki keyakinan diri pada keterampilan Grab guna membuka kesempatan baru di semua mobilitas, pengiriman, dan layanan finansial menurut permintaan," ujar pemimpin kesebelasan dan manajer portofolio senior Invesco Emerging Markets Justin Leverenz. 
Hal ini pun menciptakan total investasi borongan Invesco menjadi US $ 703 juta, sesudah investasi sebesar US $ 403 juta pada Juli 2018 yang diciptakan oleh OppenheimerFunds, perusahaan manajemen aset yang semenjak saat tersebut diakuisisi oleh Invesco. 
Grab Terlibat Pendanaan Seri A Splyt Technologies Di samping mendapat suntikan modal, Grab baru saja memberitahukan keterlibatannya dalam pendanaan Seri A marketplace mobilitas global berbasis di London, Splyt Technologies, sebesar US$ 8 juta atau selama Rp 112 miliar. Pendanaan ini ditujukan guna mempercepat perluasan Splyt ke negara-negara baru, menambah kapabilitas teknologi, dan memperkuat jaringannya di industri transportasi darat Putaran pendanaan tersebut disebut sebagai pendanaan Seri A terbesar Splyt. 

Total pendanaan yang sukses dikumpulkannya menjangkau lebih dari US$ 14 juta atau selama Rp 196 miliar. Di samping itu, Grab dan Splyt pun akan berkolaborasi untuk menyerahkan pelanggan Grab akses ke sekian banyak  pilihan ride-hailing di belahan dunia manapun. Ditargetkan rampung tahun depan, etape kedua kerja sama ini bakal mengintegrasikan jaringan global partner mobilitas Splyt dan Grab ke dalam software Grab. 

Chief Technology Officer for Transport at Grab Mark Porter mengatakan, kerja sama ini akan menyerahkan pilihan yang beragam untuk masyarakat Asia Tenggara yang sering bepergian dan berwisata di semua dunia. “Mereka bisa menjelajahi Asia Tenggara dengan sekian banyak  pilihan transportasi yang aman dan efisien,” ujar Mark laksana dikutip dalam website resmi Grab, Selasa (25/6). Ia melanjutkan, pemakai bisa memilih kendaraan mobil, motor, atau bahkan moda transportasi lokal laksana TukTuk dan Bajaj.

Baca juga : teknologi informasi perpajakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar