BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi gadget terkini - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Sabtu, 15 Juni 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi gadget terkini

NASA dan NOAA Peringatkan Frekuensi 5G Bisa Ganggu Ramalan Cuaca



berita teknologi gadget terkini - Sebuah laporan unik dari Ars Technica menguraikan implikasi dari kurangnya riset yang dilaksanakan terhadap frekuensi 5G. Hal ini mengarah pada pelelangan spektrum nirkabel terbaru untuk para operator yang hendak membangun jaringan internet supercepat itu. 

Lelang ini berjalan, meskipun terdapat potensi suasana kontroversial. Mengapa kontroversial? Karena banyak berpengalaman memperingatkan transmisi seluler pada pita 24GHz bisa secara signifikan meminimalisir keakuratan prakiraan cuaca.

Prakiraan cuaca dilaksanakan dengan mengukur jumlah radiasi yang dipancarkan dari uap air. Radiasi ini tampak pada spektrum selama 23,8Ghz dan kekhawatirannya ialah bahwa transmisi berat pada pita yang berdampingan -misalnya pita 24GHz dilelang ke sejumlah operator- mengganggu keterampilan untuk menyaksikan uap air laksana yang peneliti kerjakan sekarang.

Baik NOAA (Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional) dan NASA berpendapat, batas emisi out-of-band FCC yang diperbolehkan dari -20dB terlampau tinggi. "Oleh sebab itu dapat menyebabkan selama 77% kehilangan data dari sampel microwave pasif kami," ungkap Asisten Sekretaris NOAA, Neil Jacobs pada sidang Kongres seperti dikutip dari GSM Arena.

Baca juga :  berita aktual teknologi

NOAA ialah badan yang menangani peramalan cuaca utama, tergolong badai. Mereka berpendapat, andai FCC akan meminimalisir batas out-of-band menjadi -50dB, tersebut tidak bakal mengganggu hilangnya data. Data ini sangat urgen saat melacak badai, terutama saat badai diduga akan mendarat. "Ini dapat mengurangi estimasi waktu tunggu sampai tiga hari," sebut Jacobs.

Sementara itu, Chairman Federal Communications Commission (FCC) AS, Ajit Pai berpendapat, saat kesatu kali meminta agen-agen AS untuk menyerahkan masukan mereka pada pita 24GHz pada 2017 lalu, dirinya tidak menerima kekhawatiran yang kredibel. "Asumsi-asumsi yang dengan jelas mendasari studi tersebut begitu cacat, sehingga menciptakan studi itu, sangat tidak dalam pandangan kami, tidak berarti," kata Pai untuk anggota parlemen.
Terlebih lagi, klaim Pai, dia tidak menerima informasi mengenai studi yang mengindikasikan batas -20dB terlampau tinggi. Pai juga berasumsi sinyal 5G memakai beamforms yang bakal secara tepat mengirim sinyal 5G. "Ini, di samping pemisahan sensor cuaca 250Mhz bakal baik-baik saja supaya sensor cuaca pasif berfungsi," katanya.

Sepertinya Administrasi AS di bawah Presiden Trump begitu cepat melancarkan peluncuran 5G, sampai-sampai mengabaikan tidak sedikit pekerjaan dasar yang dibutuhkan untuk mengemban keputusan urgen FCC.

Create by : Reni Sasmita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar