BERITA TEKNOLOGI - berita utama teknologi - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Senin, 13 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita utama teknologi

UKM wanita


Banyak wanita menjalankan bisnis dengan pemikiran melulu untuk dukung ekonomi keluarga

BERITA TEKNOLOGI - Managing Director Simona Ventures, Putri , menyaksikan besarnya potensi ekonomi dari keterlibatan wanita dalam dunia bisnis. Tidak sekadar mendukung perekonomian keluarga, namun partisipasi mereka berkesempatan memberikan guna besar untuk perekonomian negara. Perjalanan Putri di bidang teknologi semenjak 2011 membawanya menapaki sektor finansial. Dia menegakkan modal ventura mempunyai nama Simona Ventures. Perusahaan ini merealisasikan impact investing atau investasi dominan  sosial, khusus guna bisnis yang dijalankan perempuan.

Putri menjelaskan, tujuan Simona Ventures ialah memberikan akses pendanaan untuk perusahaan rintisan yang dijalankan perempuan. Sebetulnya, imbuh dia, tidak terbatas untuk pendiri startup perempuan, tetapi usaha apapun yang memberikan sekian banyak  solusi untuk permasalahan yang berhubungan dengan pemerataan peluang kerja, mengembangkan usaha, maupun pemberdayaan wanita secara umum. Prospek deviden dari startup yang akan diongkosi Simona Ventures idealnya sejalan dengan akibat sosial yang hendak dicapai. Social impact yang dimaksud mesti berhubungan dengan tujuan pemberdayaan wanita serta menyokong keberagaman gender. “Tidak terdapat yang memikirkan khusus guna startup founder perempuan.

Padahal, partisipasi perempuan dapat dongkrak PDB Indonesia ke depan. Karena itu, kami konsentrasi kepada pemberdayaan perempuan, kami hendak dukung keberagaman gender,” ucap Putri, di sela-sela Breakout Session Konferensi Katadata bareng Investing in Women pada 30 April lalu. Pernyataan itu sejalan dengan hasil penelitian McKensey Global Institute (MGI). Penelitian berjudul “The Power of Parity: Advancing Women’s Equality in Asia Pasific” menyatakan, Indonesia dapat menambah PDB sebesar US$135 miliar pada 2025. Ada tiga urusan yang mesti diisi untuk menerapkan proyeksi tersebut: kesatu, terjadi penambahan partisipasi kerja perempuan; kedua, porsi wanita yang bekerja sarat waktu mesti lebih tinggi dikomparasikan dengan paruh waktu; dan, ketiga butuh lebih tidak sedikit kaum hawa bekerja di sektor yang produktivitasnya tinggi laksana manufaktur.

Potensi ekonomi itu disadari Putri, lagipula sedikitnya 51 persen usaha kecil di Tanah Air dipunyai perempuan. Tapi, ia pun paham bahwa tidak mudah menerapkan proyeksi McKinsey atas PDB Indonesia pada 2025. “Batasan untuk perempuan pengusaha (dan pekerja) ialah mindset atau pola pikir. Banyak dari mereka menjalankan bisnis dengan pemikiran melulu untuk dukung ekonomi keluarga. Cukup di situ saja,” tutur Putri. Kasus yang sering didatangi Putri merupakan perempuan umumnya tidak sengaja terjun ke dunia bisnis. Sejak awal, usaha yang mereka jalankan tidak diarahkan supaya berkembang secara berkelanjutan. Para kaum hawa juga tak mempunyai rencana bisnis yang pasti. Banyak wanita pengusaha beranggapan bahwa usaha yang dijalankan sekadar mendukung perekonomian family atau memenuhi waktu luang sebagai ibu lokasi tinggal tangga, dan ini menciptakan usaha yang mereka jalankan seringkali tidak kunjung berkembang. “Maka, selayaknya memang sejak mula sudah berniat menjalankan bisnis yang serius, telah punya rencana bisnis,” tutur Putri.

Sejalan dengan Putri, Managing Partner McKinsey Indonesia Phillia Wibowo menjelaskan, terus terjadi pemikiran salah kaprah di Indonesia bahwa kemandirian keuangan seorang wanita sekadar guna melengkapi kemapanan laki-laki atau pasangannya. Padahal, imbuh dia, praktik bisnis yang dijalankan kaum hawa paling potensial untuk menolong pemerintah memacu Produk Domestik Bruto (PDB).

Data Bank Dunia menuliskan, perempuan empunya usaha kecil dan menengah di Tanah Air menyerahkan kontribusi sebesar 9,1 persen terhadap PDB. Maka dari itu, wanita yang terjun ke dunia bisnis pun perlu dibekali dengan melek teknologi supaya usaha mereka bakal jauh lebih maju dan berkembang. “Kami percaya, tahapan dan upaya yang lebih terpadu supaya perempuan pengusaha lebih melek teknologi digital dapat membawa kegiatan ekonomi yang mereka jalankan ke etape baru yang lebih baik,” ujar Philia. Jelas, teknologi digital memungkinkan produsen dapat menjual barang/jasa ke pasar yang lebih luas. Sebagai catatan, perempuan empunya UMKM di Indonesia menyumbang 35 persen penghasilan e-commerce pada di antara marketplace.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar