BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi canggih terbaru - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 28 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi canggih terbaru

Hasil gambar untuk Dukung Energi Terbarukan, Melchor dan Fluid Bentuk Joint Venture



berita teknologi canggih terbaru - Salah satu perusahaan Melchor Group Indonesia, Melchor Tiara Pratama menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Fluid SA (Fluid), untuk menyusun perusahaan Joint Venture (JV) antara PT Melchor Tiara Pratama (Melchor) dan Fluid SA (Fluid).

Fluid ialah perusahaan Polandia yang mempunyai teknologi pemulihan energi dari limbah biomassa, dan menjadikannya arang bio (biochar). Fluid mengembangkan teknologi karbonisasi biomassa autotermal, yang kesatu dipatenkan di dunia.

Setelah berhasil di Polandia, Fluid pun akan dijual di Indonesia sebagai Fasilitas Pemulihan Energi/Energy Recovery Facility (ERF). JV yang akan disusun dengan komposisi saham 51 persen kepunyaan Melchor dan 49 persen kepunyaan Fluid ini, diinginkan dapat menyerahkan manfaat untuk Indonesia. Apalagi, Fluid telah mengaku kesediaannya untuk mengemban proses pemindahan kemampuan, pengetahuan, dan penelitian teknologi.

Karbonisasi biomassa autothermal ialah metode teknologi canggih, yang dapat mengolah segala jenis biomassa. Termasuk, limbah biomassa basah menjadi listrik, air panas dan /atau air dingin, dengan konsentrasi hasil utamanya ialah biochar.

Biochar ialah bahan padat karbon yang didapatkan melalui konversi limbah organik (biomas pertanian), melewati pembakaran tak sempurna atau melewati suplai oksigen terbatas (pyrolysis). Biochar yang didapatkan dari teknologi ini berbobot | berbobot | berkualitas premium, dengan nilai kalori dan kandungan karbon yang tinggi. Cara pengolahannya sudah cocok rekomendasi pengurangan pemanasan global, menurut keterangan dari perubahan iklim yang disepakati bareng di PBB.

Biochar dapat dipakai sebagai sumber bahan bakar biofuel, atau bahan bakar hayati yang didapatkan dari bahan-bahan organik. Di samping itu, pun dapat digunakan sebagai bahan terbaik pupuk organik guna mengkondisikan tanah pertanian. Sebagai perbandingan, 1 ton biochar yang dipergunakan guna pupuk ialah sama dengan mengeliminasi 4 ton CO2.

Perusahaan patungan ini merencanakan untuk membina 5 kemudahan ERF, di Sumatera dan Kalimantan. Setiap ERF yang bakal dibangun, bisa menghasilkan lebih dari 30.000 ton biochar per tahun. Hal ini bakal menjadikan Indonesia sebagai empunya ERF terbesar di dunia, serta menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam buatan biochar dan penyerapan CO2.

Kelima kemudahan tersebut sangat tidak akan membutuhkan investasi sebesar 150 juta dolar AS. Biochar yang didapatkan dari ERF bakal diekspor ke Eropa, Kanada, dan Amerika Serikat. Bahkan, sejumlah pembeli telah mengaku minat mereka untuk melakukan pembelian semua buatan biochar, melewati kontrak pembelian berjangka.

Asal tahu saja, potensi limbah biomassa yang dipunyai Indonesia paling berlimpah, dan dapat dipakai untuk pemakaian ERF. Peremajaan perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit (replantation), pun menjadi di antara sumber besar limbah biomassa, yang sekitar ini belum dikelola secara tepat.

Bertentangan dengan isu deforestasi perkebunan, teknologi baru yang ditawarkan mempromosikan peremajaan perkebunan dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan nilai perkebunan secara ekonomi. Dengan demikian, tak butuh lagi membuka lahan baru dan menghindari deforestasi.

Dalam penjelasan resmi yang diterima RMco.id, CEO Melchor Rudi Poespoprodjo menyatakan, penandatanganan perjanjian ini menunjukkan kemauan kerja sama Indonesia guna mempromosikan energi terbarukan dengan memaksimalkan sumber daya biomassa, sangatlah besar.

Hal ini disetujui Vice President Fluid, Lukasz Pietrkiewicz. "Kami optimis menyokong Indonesia, dalam memanfaatkan teknologi mereka guna pembangunan Fasilitas Pemulihan Energi," katanya.

Terkait urusan ini, Jan Gladki selaku pendiri perusahaan dan orang yang mempunyai paten teknologi ini, sudah mempelajari lingkungan di Indonesia guna mempelajari software teknologi tersebut. Di samping mengembangkan teknologi, khususnya untuk pasar dan lingkungan Indonesia, Fluid pun merencanakan membuka Pusat Penelitian dan Pengembangan yang didedikasikan guna proses biomassa, energi, dan agrikultur eksklusif di Indonesia.

Salah satu tujuannya ialah untuk berpartisipasi dalam edukasi para berpengalaman lingkungan, dan proses penanganan limbah dan ERF di Indonesia. Tujuan lainnya ialah mengembangkan sel bahan bakar biochar, yang dapat meluangkan energi listrik murah ke semua pelosok Indonesia. Terutama, untuk mencapai mereka yang tidak mengakses jaringan PLN.

"Kolaborasi ini bakal memperluas kesempatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Polandia dalam industri energi terbarukan beserta teknologinya, dan menambah kualitas sumber daya insan Indonesia di bidang energi terbarukan yang ramah lingkungan," tutur Komisaris Utama Melchor, Peter F Gontha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar