BERITA TEKNOLOGI - Teknologi Makin Canggih, Muslim Indonesia Tampak Kian Syar'i - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 21 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - Teknologi Makin Canggih, Muslim Indonesia Tampak Kian Syar'i

Pengunjung menghadiri Festival Roadshow Hijrah Fest 2019 di Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/4/2019).

Teknologi Makin Canggih, Muslim Indonesia Tampak Kian Syar'i


teknologi terbaru dan tercanggih - Revolusi teknologi 4.0 tidak melulu memengaruhi konsumen Muslim Indonesia dari sisi teknik mereka memakai dan memanfaatkan teknologi. Aspek-aspek lain, baik dimensi spiritual keislaman, fungsional (teknologi), maupun gaya hidupnya pun terpengaruh.

Pengamat perilaku konsumen Yuswohady menilai, di era revolusi teknologi 4.0, Muslim Indonesia semakin religius, semakin terhubung, dan fun. Hal ini dinilai menjadi gejala menarik, di mana tumbuhnya kecerdasan produksi malah menjadikan Muslim Indonesia semakin syar’i, bukannya atheis.

“Konsep 4.0 andai disandingkan dengan spiritual saya kira akan lumayan rumit. Ternyata semakin modern Artificial Intelligence (AI), orang-orang Islam semakin religius di Indonesia, emosional-leisure-nya semakin terkoneksi,” kata Yuswohady yang pun managing mitra lembaga penelitian Inaventure, dalam diskusi Muslim 4.0 di Jakarta, sejumlah waktu lalu.

Kata hijrah pun menjadi di antara kata terpopuler belakangan ini. Gelombang hijrah menjadi demam di mana-mana, terutama di kalangan milenial Muslim. Yuswohady menilai, gaya hidup hijrah turut merevolusi industri halal.

Berbagai produk di luar makanan dan minuman mulai tidak sedikit yang mencitrakan diri sebagai produk halal. Misalnya kosmetik, kulkas, detergen, perlengkapan rumah tangga sampai fesyen ramai-ramai melabeli produknya dengan label halal.

“Tren ini seakan menjadi bola salju yang mendorong produk-produk lainnya belomba-lomba menjadikan halal sebagai proposisi nilai yang unik,” kata dia.

Ketika milenial Muslim menyimpulkan hijrah menjadi individu yang lebih baik maka gaya busananya pun berubah. Yang semula tersingkap menjadi tertutup, yang awalnya ketat menjadi longgar mengikuti peraturan agama yang ia yakini. Alhasil, menurut keterangan dari Yuswohady, fashion syar’i juga tidak ketinggalan gaya, tidak sedikit pilihan dan pun mulai berkelas.

“Tren hijrah pun merambah kepada sekian banyak  lini kehidupan. Misalnya ekonomi yang berbasis keumatan, perusahaan syariah, fintech syariah, halal marketplace, platform berbasis syariah, konten islami, tujuan halal dan lainnya,” jelas dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar