BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi update - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 09 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi update

TIM BPN kesudahannya mengungkap sistem yang dipakai untuk mengoleksi C1 secara cepat, dan akhirnya menciptakan Prabowo berani mengklaim kemenangan hanya sejumlah jam usai pencoblosan Pilpres 2019 di Pemilu 2019 pada 17 April lalu.

Hasil gambar untuk prabowo sandi


teknologi terbaru dan tercanggih - Pada 17 April kemudian memang terjadi peristiwa dimana mayoritas quick count memenangkan Paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf.

Tapi, ternyata malah Prabowo yang lebih dulu mengklaim kemenangan menurut data yang dikoleksi BPN. 
Hal ini sempat memunculkan pro kontra, lagipula kubu Prabowo sempat menuding quick count keliru.

Bahkan semua pimpinan lembaga survei kredibel yang mengerjakan quick count sempat menantang kubu Prabowo guna membuka metodologi dan data real countnya. 

Tapi kubu Prabowo tidak inginkan membukanya, dan malah meminta semua lembaga survei kredibel memberitahukan dulu dari mana sumber dananya. 

Sesudah pada awal mulanya Eksklusif, Partikel Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy blak-blakan menggelindingkan mulai sejak pendapatan nada keagungan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno guna Pilpres 2019.

Bahkan Vasco pun mendatangkan sosok di balik penghitungan pendapatan suara yang menjadi dasar klaim kemenangan tersebut.

Dilansir oleh TribunWow.com, urusan itu dikatakan oleh Vasco melewati channel YouTube miliknya Macan Idealis, Rabu (8/5/2019).

Mulanya Vasco mengenalkan sosok itu yang menjadi narasumbernya yaitu Prof Laode.

Vasco menyatakan bahwa Laode sebagai satu salah satu tim pemenangan kesebelasan Prabowo-Sandi beserta koalisi kubu 02 lainnya.

Setelahnya, Vasco kemudian menyinggung soal 'setan gundul' yang sempat dikatakan oleh mantan Politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

Diketahui kabar tentang 'setan gundul' hangat diperbincangkan lantaran Andi Arief menuliskan bahwa Partai Demokrat hendak menyelamatkan Prabowo.

Andi Arief menyinggung 'setan gundul' menyerahkan informasi pendapatan suara yang salah untuk Prabowo.
Untuk tersebut lantas Vasco meminta tanggapan untuk Laode.

Dengan tegas Laode mengaku bahwa apa yang dikatakan Prabowo-Sandi ialah data-data valid.

"Setiap apa yang dibacakan oleh Pak Prabowo dan Sandi tersebut semuanya disuplai dengan data-data yang valid," ujar Laode.

Ia lantas mengatakan asal data klaim kemenangan Prabowo sebelumnya.

Laode mengungkapkan bahwa pihaknya mengoleksi data C1 memakai sebuah sistem.

Laode mengaku sistem tersebut memakai pesan singkat atau sms.

"Misalnya, ini yang dipermasalahkan data 62 persen dari mana sih sekian jam," jelas Laode.

"Itu bikin kami telah di jauh hari kita telah buat sistem gunakan sms saja."

"Jadi masing-masing orang yang sudah menusuk (mencoblos) tersebut ya, kemudian terbit C1-nya, langsung saja di kirim."

"Nah sistem tersebut dengan cepat sekali," tegasnya.

Menanggapi urusan itu, Vasco pulang bertanya kapan data tersebut didapat.

"Oh pas hari H tersebut ya prof ya?" tanya Vasco.

"Pas hari, sekian jam, kan sebenarnya model quick count atau exit poll saja tersebut sebenarnya" jawab Laode.

Sekali lagi, Laode menegaskan bahwa klaim pendapatan suara kemenangan Prabowo-Sandi mulanya melewati sms.

"Tapi kan anda lihat itu, lantas ketika diajukan itu memang laksana itu, yang jumlah 62 persen tersebut kan sms basisnya," beber Laode.

Lantas Laode menjelaskan tahapan selanjutnya dalam mengoleksi suara pilpres.

"Kemudian baru belakangan segera anda susuli dengan kegiatan kita mohon dari saksi-saksi, lantas dari relawan satgas, relawan tersebut kan banyak, lantas dari emak-emak juga, lantas dari partai-partai," papar Laode.

"Semua segera mengoleksi dan anda kumpulkan," imbuhnya.

Dirinya pun menuturkan bahwa sampai kini pihaknya tetap mengoleksi data C1 tersebut.

"Jangan tak sempat empat hari sesudah 17 April 2019 itu, orang enggak sadar pentingnya C1," tutur Laode.

"Kami telah sadari itu, kami kumpulin hingga hari ini anda kumpulin terus-menerus dan pengumpulan tersebut kita sortir pun tentunya," lanjutnya.

"Nah dari situlah datanya lengkap," tandasnya.

Simak videonya dari menit kesatu:

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Andi Arief melewati akun Twitternya @AndiArief__ menyinggung bahwa ada kumpulan tertentu yang menyerahkan informasi sesat ke calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ia kemudian menyebut bahwa Partai Demokrat hendak menyelamatkan Prabowo dari kumpulan yang menyinggung angka kemenangan 62 persen.

Kelompok itu disebut Andi Arief sebagai 'setan gundul'.

'Setan gundul', cerah Andi Arief sudah menyesatkan Prabowo dengan menyerahkan informasi pendapatan suara tersebut.

"Partai Demokrat hendak menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," ujar Andi Arief laksana dikutip dari akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

"Dalam koalisi adil makmur terdapat Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. 
"Gerakan rakyat tersebut hancur lebur sebab setan gundul memberi info sesat 02 menang 62 persen. Tidak terdapat people power berbasis hoaks," tutur Andi Arief.

Klaim Menang 62 Persen

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan pernyataan kemenangan, dan mengaku diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024.

Diberitakan TribunWow.com, urusan tersebut dikatakan Prabowo dalam konferensi pers yang tayang langsung di Facebook Prabowo Subianto, Kamis (18/4/2019) pukul 17.00 WIB.

Saat mengucapkan hal tersebut, Prabowo ditemani Sandiaga dan sebanyak tokoh yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur.

"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan sekian tidak sedikit aneka kecurangan yang terus terjadi di sekian tidak sedikit desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota seluruh Indonesia," imbuh dia.

Prabowo kemudian menyampaikan pesan pada semua pendukung pasangan 02.

"Pada seluruh penyokong pasangan 02 Prabowo-Sandi yang berasal dari sekian banyak  kalangan, dari partai-partai koalisi Indonesia Adil Makmur, semua ulama, semua relawan, tokoh-tokoh agama lainnya, dari seluruh agama, semua pemuda pemudi millenial, semua emak-emak dan bapak-bapak di manapun berada, kami yakin melulu dengan rahmat, hidayat, dan berkah-Nya lah, perjuangan panjang kita guna memenangkan perjuangan politik," papar dia.

"Dan Tuhan yang Maha Kuasa menjauhkan anda dari sikap yang jumawa dan sikap beda yang berlebihan," sambungnya.

Prabowo menilai, inilah ketika yg tepat untuk seluruh anak bangsa guna mempererat persaudaraan.

"Seperti dikatakan, saya dan pak Sandiaga Uno bakal tetap bersahabat dengan pak Jokowi dan kiai Ma'ruf Amin dan seluruh dalam jajaran 01. Semua ialah saudara kita," tegas dia kemudian. (TribunWow.com/Atri Beti/Ananda Octaviani/Lailatun Niqmah)

Artikel ini sudah tayang di tribun-timur.com dengan judul Lama Bungkam,Tim BPN Ungkap Sumber Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi 62%, Hubungannya Setan Gundul?

Tags klaim kemenangan Prabowo-SandiTim BPN Ungkap Sistem Real Countteknologi real count Pilpres di BPNhasil real count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowreal count KPU form C1
Baca Juga
Keluar Lapas Sukamiskin, Ibunda Rachmat Yasin Ungkap Kebiasaan Anaknya yang Suka Peluk
Dirinya pun menuturkan bahwa sampai kini pihaknya tetap mengoleksi data C1 tersebut.

"Jangan tak sempat empat hari sesudah 17 April 2019 itu, orang enggak sadar pentingnya C1," tutur Laode.

"Kami telah sadari itu, kami kumpulin hingga hari ini anda kumpulin terus-menerus dan pengumpulan tersebut kita sortir pun tentunya," lanjutnya.

"Nah dari situlah datanya lengkap," tandasnya.
Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Andi Arief melewati akun Twitternya @AndiArief__ menyinggung bahwa ada kumpulan tertentu yang menyerahkan informasi sesat ke calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ia kemudian menyebut bahwa Partai Demokrat hendak menyelamatkan Prabowo dari kumpulan yang menyinggung angka kemenangan 62 persen.

Kelompok itu disebut Andi Arief sebagai 'setan gundul'.

'Setan gundul', cerah Andi Arief sudah menyesatkan Prabowo dengan menyerahkan informasi pendapatan suara tersebut.

"Partai Demokrat hendak menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," ujar Andi Arief laksana dikutip dari akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

"Dalam koalisi adil makmur terdapat Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat.
"Gerakan rakyat tersebut hancur lebur sebab setan gundul memberi info sesat 02 menang 62 persen. Tidak terdapat people power berbasis hoaks," tutur Andi Arief.
Klaim Menang 62 Persen

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan pernyataan kemenangan, dan mengaku diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024.

Diberitakan TribunWow.com, urusan tersebut dikatakan Prabowo dalam konferensi pers yang tayang langsung di Facebook Prabowo Subianto, Kamis (18/4/2019) pukul 17.00 WIB.

Saat mengucapkan hal tersebut, Prabowo ditemani Sandiaga dan sebanyak tokoh yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Prabowo kemudian menyampaikan pesan pada semua pendukung pasangan 02.

"Pada seluruh penyokong pasangan 02 Prabowo-Sandi yang berasal dari sekian banyak  kalangan, dari partai-partai koalisi Indonesia Adil Makmur, semua ulama, semua relawan, tokoh-tokoh agama lainnya, dari seluruh agama, semua pemuda pemudi millenial, semua emak-emak dan bapak-bapak di manapun berada, kami yakin melulu dengan rahmat, hidayat, dan berkah-Nya lah, perjuangan panjang kita guna memenangkan perjuangan politik," papar dia.

"Dan Tuhan yang Maha Kuasa menjauhkan anda dari sikap yang jumawa dan sikap beda yang berlebihan," sambungnya.
Prabowo menilai, inilah ketika yg tepat untuk seluruh anak bangsa guna mempererat persaudaraan.

"Seperti dikatakan, saya dan pak Sandiaga Uno bakal tetap bersahabat dengan pak Jokowi dan kiai Ma'ruf Amin dan seluruh dalam jajaran 01. Semua ialah saudara kita," tegas dia kemudian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar