BERITA TEKNOLOGI - Seorang Ibu-Ibu Kaget Beli Lapangan Basket di Toko Online - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Sabtu, 18 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - Seorang Ibu-Ibu Kaget Beli Lapangan Basket di Toko Online

Ibu ini terkejut membeli lapangan basket di toko online

Ibu ini terkejut membeli 
lapangan basket di toko online



berita heboh dunia hari ini - Seorang ibu tiga orang anak hampir terlilit hutang dalam jumlah besar sebab kebiasaannya melakukan pembelian barang online pada ketika tidur seraya berjalan.

Wanita berusia 37 tahun ini menyatakan telah berusaha melawan penyakit istirahat berjalan atau somnabulisme (sleepwalking) semenjak masa kanak-kanak, dan semakin parah saat ia dewasa.

Dilansir dari Fox News, perempuan mempunyai nama Kelly Snipes dari Essex, Inggris, ini menyatakan kondisinya yang semakin parah membuatnya melakukan pembelian barang online secara acak saat ia sedang tidur. Selama ini, nomor kartu kreditnya telah ditabung dalam sistem melakukan pembelian barang online sehingga menciptakan proses transaksi menjadi mudah.

Dia pernah menguras £ 58 atau selama Rp 1 juta melulu untuk melakukan pembelian stoples kue dan sejumlah permen. Satu salah satu sekian tidak sedikit pembelian terliarnya ialah lapangan basket ukuran penuh.

Ia baru menyadari bahwa dia telah mengerjakan pembelian lapangan basket secara online setelah suatu truk hadir di rumahnya guna memasang lapangan basket. Bagi menghindari hutang dalan jumlah yang banyak, dia membalikkan semua barang yang dia beli, tergolong lapangan basket.

Selain melakukan pembelian barang online, ia pun akan melakukan pekerjaan acak yang paling berbahaya. Tidak hanya riskan untuk dirinya sendiri, tetapi pun untuk anak-anaknya.

“Ketika saya hamil 20 minggu, saya merasakan overdosis ketika tidur. Karena saya penderita diabetes, saya mesti minum obat untuk tersebut dan saya overdosis dengan metformin. Saya memiliki mimpi bahwa saya berkata dengan dokter dan saya terus menuliskan bahwa saya tidak hendak minum obat lagi. Tetapi saat saya bangun, saya telah memungut semua tablet,” katanya.
Kelly mengatakan, fenomena yang dia alami makin memburuk setelah mencetuskan anak sulungnya. Sejak tersebut ia mulai mencari pertolongan medis dari sejumlah dokter.

Dia lantas didiagnosis mengalam sleep apnea dan parasomnia, yang menyatakan sleepwalking dan mimpi buruknya. Kini, Kelly sudah menjalani perawatan untuk menanggulangi gangguannya.

“Ketika saya memakai mesin CPAP, saya merasa beristirahat dan pulang berenergi guna kesatu kalinya sesudah sekian lama,” tambahnya.

Kelly menemukan penanganan yang serius dari semua spesialis medis, serta semua pertolongan yang ia butuhkan. Dia akhirnya dapat tidur lelap tanpa mesti cemas ada barang yang dikirim ke rumahnya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar