BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi sederhana - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 09 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi sederhana

Peretas Kembali Bobol Bitcoin Senilai Ratusan Miliar

Peretas Kembali Bobol Bitcoin Senilai Ratusan Miliar


BERITA TEKNOLOGI - Pencurian bitcoin pulang terjadi. Kali ini menimpa di antara bursa cryptocurrency Binance. Peretas menculik US$41 juta (Rp588 miliar) dari bursa mata duit kripto asal China yang sekarang beroperasi di luar China itu. Hal ini diungkap Binance, Rabu (8/5). 

Namun peretasan ini tak lebih parah dari peretasan bursa kripto tahun kemudian sebesar US$ 950 juta (Rp 13,6 triliun). Pencurian ini dilaksanakan pada layanan pertukaran cryptocurrency hingga isi kantong kripto.

Nilai peretasan ini naik nyaris 260 persen dari tahun sebelumnya, menurut data riset dari perusahaan ketenteraman cyber yang berbasis di AS, CiptherTrace. Peretasan dari pertukaran kripto di Jepang dan Korea Selatan menyumbang 58 persen dari total pencopetan tahun lalu.

Binance adalah salah satu pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia ini menyatakan sebanyak 7 ribu bitcoin ditarik oleh peretas memakai sejumlah teknik, laksana "phishing, virus, dan serangan lainnya," seperti diterangkan Chief Executive Officer Zhao Changpeng laksana tertulis dalam website web Binance. 


Dalam artikel itu, Binance menyebut duit yang disimpan pemakai tidak bakal terpengaruh, karena perusahaan akan memakai aset cadangan mereka yang aman guna menggantikan dana itu dan menutupi kerugian.

Harga Bitcoin turun sejumlah 4,2 persen di mula perdagangan di Asia dampak berita peretasan ini. Namun, lantas harga ini pulang ke harga awal. 
Lewat cuitannya di Twitter, Zhao menyinggung bursa pertukaran crypto lainnya, tergolong Coinbase, telah menutup simpanan dari alamat yang terhubung dengan peretasan ini. 

Posting Zhao di website web Binance menuliskan bahwa seluruh setoran dan penarikan dari bursa bakal tetap ditangguhkan sedangkan perusahaan mengerjakan tinjauan ketenteraman menyeluruh, yang, diperkirakan, bakal memakan masa-masa seminggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar