BERITA TEKNOLOGI - Pengamat Sebut Pemerintah Bisa Hambat Koneksi VPN\ - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Kamis, 23 Mei 2019

BERITA TEKNOLOGI - Pengamat Sebut Pemerintah Bisa Hambat Koneksi VPN\

Pengamat Sebut Pemerintah Bisa Hambat Koneksi VPN


Pengamat Sebut Pemerintah Bisa Hambat Koneksi VPN\


berita heboh dunia hari ini - Pengamat menyinggung pemerintah dapat menghambat koneksi VPN (virtual private network) yang ada. Hal ini diungkap pengamat ketenteraman Alfons Tanujaya berhubungan banyaknya pemakai yang mengeluhkan lambatnya koneksi internet mereka saat menggunakan VPN guna menghindari kendala akses media sosial yang diterapkan pemerintah. 

Alfons menyinggung penghambatan akses VPN ini dapat dilakukan dengan menutup port yang biasa dipakai oleh VPN tersebut. 

"VPN dapat diperlambat pun oleh pemerintah [...] Proxy VPN-nya diblokir, port yang biasa digunakan port berapa kemudian diblokir. Kalau telah diblokir, VPN tidak dapat connect," jelasnya. 

Setelah pemerintah memberitahukan untuk memberi batas akses layanan perpesanan dan media sosial, netizen ramai memberi saran untuk memakai VPN untuk mengakali kepandaian ini. 

Sebab, pemerintah sudah menurunkan kecepatan mendownload dan mengunggah potret dan video. Namun, belakangan pemakai pun mengeluh tak dapat melakukan panggilan telepon dan video call. 

Perlambatan akses ini dinamakan Alfons dilaksanakan di level operator dengan memberi batas kuota bandwidth guna layanan software atau website tertentu. 

Ketika berita ditulis, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) masih belum menyerahkan pernyataan berhubungan pembatasan akses layanan VPN.

"Bisa disetel bandwidth [...] dapat juga dipilah-pilah supaya gambar dan video enggak dapat lewat, bila teks bisa, meski nggak dapat lihat isinya. Telepon juga dapat diblokir," jelasnya. 

Pemblokiran layanan media sosial ini pun lebih tidak sedikit terdampak pada pemakai seluler ketimbang internet kabel. Sebab, tidak sedikit pemakai yang menyinggung mereka masih dapat mengakses layanan media sosial tersebut jika memakai WiFi. 

Berdasarkan keterangan dari Alfons, pembatasan akses medsos lewat jaringan seluler dilaksanakan untuk meminimalisir penyebaran konten dari demonstran di jalan. Sebab, mereka tidak barangkali menyebarkan konten memakai akses WiFi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar