BERITA TEKNOLOGI - artikel teknologi terbaru - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 23 April 2019

BERITA TEKNOLOGI - artikel teknologi terbaru

Hasil gambar untuk Twitter Sebut Tak Hilangkan 'Trending Topic' Tertentu
Twitter Sebut Tak Hilangkan 'Trending Topic' Tertentu


artikel teknologi terbaru - Twitter Indonesia menegaskan pihaknya tidak menghapus topik yang menjadi tren (trending topic) tertentu. Hal ini diungkap juru bicara Twitter Indonesia berhubungan dengan isu bila media sosial tersebut menghapus tagar organik yang menjadi trending topic. 

Lebih lanjut, Twitter Indonesia menegaskan Twitter tidak menghapus tagar-tagar tertentu yang menjadi trending topic sekitar tidak melanggar ketentuan Twitter. Sehingga, pihaknya tidak memanipulasi topik populer yang terjadi secara alami atau organik.

"Kita tidak utak-atik. Jadi bila ada tagar tiba-tiba hilang tersebut karena kami yang hilangkan, tersebut saya konfirmasi bahwa tersebut tidak benar," kata Juru bicara Twitter saat didatangi di kantor Twitter, di area SCBD, Jakarta Selatan, Senin (22/4).


Tuduhan Twitter mengerjakan penghapusan tagar tertentu sempat terlontar dari sejumlah peristiwa sejumlah tahun kemudian di AS dan Nepal. Salah satunya pada permasalahan tagar #occupywallstreet yang tidak populer di AS namun populer di tidak sedikit negara lain. 
Kendati demikian dalam artikel di blog Twitter, perusahaan tersebut memang memiliki kepandaian untuk menghapus konten tertentu di platformnya. 

"Hanya ada sejumlah kejadian yang paling jarang, di mana Twitter akan menangkal konten tertentu dari jajaran trending topic. Informasi ini tercantum pada Peraturan Twitter, dan seringkali terjadi saat tren berisi ucapan-ucapan kotor atau referensi dewasa/ grafis, merangsang kebencian pada kumpulan yang dilindungi, atau melanggar Peraturan Twitter," tulis Twitter.

Penghapusan dilaksanakan untuk konten-konten yang melanggar Peraturan Twiter supaya hilang dari jajaran topik populer. Konten-konten berhubungan isu politik tidak secara langsung masuk dalam kriteria konten yang dihapus. 

Dalam urusan ini yang tergolong konten yang dilarang dalam tren ialah mengandung referensi gambar dewasa atau cabul. Kedua, Menyebarkan ujaran kebencian yang menurut pada ras, suku bangsa, asal negara, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas jenis kelamin, kumpulan agama, usia, disabilitas, atau penyakit.

Dalam artikel tersebut, Twitter menegaskan keputusan penghapusan ini dipungut oleh para berpengalaman yang terlatih dan tidak pernah didasarkan pada atau berhubungan dengan ideologi politik.
Juru Bicara Twitter lantas menjelaskan bahwa jumlah cuitan adalahsalah satu hal untuk menjadikan tagar masuk ke jajaran trending topic. Akan tetapi, jumlah cuitan tidak hanya salah satu indikator yang menjadikan tagar sebagai trending topic.


"Sebuah tagar masuk trending topic bukan sebab jumlah cuitan saja, namun percepatan berapa tidak sedikit jumlah cuitan dalam satu momen tertentu. Berapa menit atau jam kata kunci tersebut dibicarakan," kata Juru Bicara Twitter.

Di samping itu, hal kebaruan pun menjadi di antara pertimbangan Twitter menjadikan sebuah topik menjadi tren di sebuah lokasi. Tren topik diciptakan untuk mengumumkan berita yang sangat anyar (breaking news) untuk pemakai Twitter, laksana tertulis dalam blog Twitter. Sehingga hal seberapa baru topik tersebut di sebuah wilayah menilai, tidak melulu menurut jumlah cuitan. (jnp/eks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar