BERITA TEKNOLOGI - tips teknologi - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 09 April 2019

BERITA TEKNOLOGI - tips teknologi


Amazon Akan Bangun Konstelasi Satelit Internet Broadband

BERITA TEKNOLOGIAmazon merencanakan akan menciptakan konstelasi ribuan satelit guna konektivitas internet broadband sejumlah 3.236 satelit.
Perusahaan melakukan pembelian barang online asal Amerika Serikat inisudah meminta regulator spektrum internasional untuk menyerahkan hak spektrum konstelasi satelit. Konstelasi Amazon dikemukakan ke International Telecommunication Union (ITU) dengan nama Kuiper Systems.

"Project Kuiper ialah inisiatif baru untuk mengenalkan konstelasi satelit Orbit Bumi Rendah, yang akan menyerahkan konektivitas broadband kecepatan rendah serta latensi tinggi untuk masyarakat yang belum terlayani di semua dunia," kata Juru Bicara Amazon dilansir dari Space.
"Ini ialah proyek jangka panjang guna melayani puluhan juta orang yang tidak mempunyai akses internet broadband. Kami bercita-cita dapat bermitra dalam inisiatif ini dengan perusahaan yang mempunyai visi yang sama," tambahnya.


Dilansir dari GeekWire, tahapan kesatu Proyek Kuiper berupa tiga set pengusulan yang dilaksanakan dengan International Telecommunication Union (ITU) Maret kemudian oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC, yang bermarkas di Washington D.C.

Langkah publik kesatu Project Kuiper berupa tiga set pengusulan yang dilaksanakan dengan International Telecommunication Union bulan kemudian oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC yang bermarkas di Washington, D.C.

Pengajuan untuk menanam 3.236 satelit di orbit Bumi itu dengan rincian 784 satelit di elevasi 590 kilometer, 1.296 pada elevasi 610 kilometer dan 1.156 satelit dalam orbit 630 kilometer.
Sebelumnya, sebanyak perusahaan raksasa sudah bekerja sekitar bertahun-tahun untuk membina satelit guna laksana SpaceX, OneWeb, Talesat, Facebook, Boeing dan Leosat.

Tahun lalu, SpaceX mengenalkan dua satelit prototipe kesatu guna konstelasi data broadband Starlink. Sebanyak 12.000 satelit ditempatkan di orbit Bumi yang rendah.

Pendiri SpaceX Elon Musk bercita-cita pendapatan layanan internet Starlink dapat menolong mendanai visinya guna membina sebuah kota di Mars.

Sementara OneWeb telah mengenalkan enam satelit broadband kesatu bulan Februari kemudian dan berencana untuk menanam ratusan satelit lagi dalam kurun masa-masa satu sampai dua tahun mendatang.

Sama halnya dengan SpaceX, operator jasa satelit asal Kanada yaitu Telesat pun telah menanam satelit broadband prototipe kesatu tahun 2018. Telesat berencana akan menambah ratusan satelit di mula tahun 2020. (din/age)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar