BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi terbaru dunia - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 30 April 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi terbaru dunia

BERITA TEKNOLOGI

Hadiri COPs di Swiss, Kepala BPPT Bicara Teknologi guna Jaga Bumi


BERITA TEKNOLOGI  - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menghadiri konferensi tingkat tinggi atau Conference of Parties (COPs) Basel, Rotterdam, dan Stockholm (BRS) di Jenewa, Swiss. Hamam berkata tentang teknologi untuk mengawal bumi.

Acara tersebut dilangsungkan Senin (29/4) dengan membawa tema 'Clean Planet, Healthy People: Sound Management of Chemicals and Waste'. Hammam berkata tentang pentingnya peran BPPT dalam penerapan teknologi guna menangkal pencemaran lingkungan, mengayomi kesehatan manusia, terutama di Indonesia.

"Kami BPPT siap menyokong COPs Basel, Rotterdam, dan Stockholm ini melewati penerapan inovasi teknologi untuk menangkal terjadinya perusakan lingkungan dan gangguan terhadap kesehatan, menjaga ketenteraman dan keselamatan lingkungan dampak bahan Bahan kimia dan pestisida berbahaya.
Hammam mengemukakan Konvensi Basel adalahperjanjian internasional tentang limbah bahan riskan dan beracun (B3). Konvensi Rotterdam ditujukan supaya tak terjadi perniagaan ilegal bahan kimia dan pestisida.

"Ketiga, Konvensi Stockholm berhubungan dengan bahan pencemar organik yang persisten atau persistent organic pollutants (POPs)," ujarnya. 

Hammam menyebut, berhubungan pelaksanaan konvensi ini, BPPT memiliki kemudahan laboratorium uji limbah polychlorinated biphenyls (PCBs) sebagai antisipasi penanganan terhadap limbah yang masuk dalam kelompok B3. Hammam kemudian menyebut dibangunnya lab ini juga atas kerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) supaya Indonesia terbebas dari limbah B3. 

"PCBs adalahsalah satu dari aneka polutan riskan yang dikenal sebagai polutan organik persisten (POPs). Untuk manusia, dampaknya dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker," urainya.

"Sama dengan merkuri dan timbal, zat ini jelas paling berbahaya. Bahkan sifatnya juga organik," imbuhnya.
Hammam menambahkan, selain mempunyai sifat karsinogenik, PCBs, yang termasuk kelompok B3, dapat mengakibatkan IQ rendah. "Kalau zat itu tersebar di lingkungan dan terkena ke rantai makanan, laksana ayam, ikan, maupun sayuran, akan riskan bila dikonsumsi oleh kita," paparnya.

Melalui laboratorium uji BPPT ini, kata Hammam, bisa diketahui distrik mana saja yang sudah terkontaminasi senyawa riskan tersebut.

"Untuk tahu distrik mana yang terkontaminasi, hanya dapat dilakukan melewati pengujian memakai gas kromatografi yang terdapat di laboratorium BPPT ini," jelasnya.

PCBs, sebutnya, bisa ditemukan dalam minyak transformator, kapasitor, cat dan bahan pewarna, plastik, kertas rendah karbon dan lain-lain. Aplikasi perdana laboratorium uji PCBs akan dipakai untuk pengukuran PCBs sampel minyak transformer hasil survei bareng antara KLHK dengan UNIDO di sekian banyak  entitas di Indonesia yang diduga ada PCBs. 

"Dengan itu, anda akan dapat mengerjakan identifikasi distrik yang ternoda untuk dapat ditetapkan langkah selanjutnya yang diambil, baik remediasi atau isolasi di distrik terdampak," ujarnya. 

Sebagai informasi, pemerintah sudah meratifikasi Konvensi Stockholm dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2009.

Dengan ratifikasi tersebut, pemerintah Indonesia berkewajiban melaksanakan peraturan yang ada dalam kesepakatan internasional tersebut laksana pelarangan produksi, pembatasan pemakaian, pembinasaan bahan atau limbah yang berisi POPs serta mencairkan lingkungan yang terkontaminasi oleh POPs. Salah satu jenis POPs yang ditata dalam Stockholm Convention ialah polychlorinated biphenyls (PCBs).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar