BERITA TEKNOLOGI - tips teknologi - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Rabu, 24 April 2019

BERITA TEKNOLOGI - tips teknologi




tips teknologi - Bakti saat ini tengah gencar mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung absensi teknologi 4G di BTS yang terhubung dengan tempat-tempat program Bakti Sinyal.

Dalam setahun ke depan, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi menargetkan 3.000 wilayah di paling depan, terluar, dan tertinggal terlayani oleh jaringan seluler 4G LTE.

Bakti  saat ini tengah gencar mempersiapkan infrastruktur untuk mensupport kehadiran teknologi 4G di base tranceiver station (BTS) yang terhubung dengan tempat-tempat program Bakti Sinyal.
Bakti Sinyal adalah program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah paling depan, terluar dan tertinggal (3T). Pembangunan ini menerapkan dana universal service obligation (USO) yang bersumber dari pungutan 1,25% dari pendapatan operator telekomunikasi yang kemudian dikelola oleh Bakti.



Bakti sebagai pengelola program memfasilitasi operator seluler sejumlah infrastruktur seperti menara, pasokan listrik, dan lahan untuk membangun jaringan di wilayah 3T. Adapun untuk BTS disediakan  oleh tiap-tiap operator seluler karena setiap operator mempunyai teknologi yang berbeda-beda.

Diketahui, saat ini Bakti telah membangun 1.068 BTS. Hanya saja, dari sempurna BTS yang dibangun, sebanyak 1.019 BTS masih menerapkan teknologi 2G, sedangkan yang menerapkan teknologi 4G hanya 49 BTS.



Direktur Utama  Bakti Anang Latif mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan mengubah|merubah semua|segala|seluruh BTS Bakti  Sinyal menjadi 4G.

Di samping itu, pada 2019 ini juga, Bakti berencana membangun 2.000 BTS lagi sehingga total keseluruhan BTS yang dibangun mencapai 3.000 BTS berteknologi 4G.

“Akhir tahun seluruh kami ganti 4G. BTS yang baru, nanti langsung dengan 4G, karena ibaratnya kami sewa ke mereka tahunan untuk VSAT, kami nunggu selesai dulu baru kami ubah,” kata Anang kepada Bisnis, Senin (22/4/2019).

Anang menuturkan hingga saat ini terdapat tiga operator seluler yang telah memanfaatkan BTS  Bakti Sinyal antara lain, PT Telekomunikasi Selular, PT Indosat Tbk. dan  PT XL Axiata Tbk.

Jika operator seluler berinvestasi sendiri di kawasan 3 T, menurut Anang, mereka seharusnya merogoh Rp100 juta dari kantong sendiri dengan pendapatan dari tempat 3T hanya sekitar Rp50 juta. Oleh sebab itu  BAKTI  menawarkan supaya operator seluler cukup investasi Rp10 juta saja untuk BTS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar