BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komputer terbaru - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 02 April 2019

BERITA TEKNOLOGI | berita teknologi komputer terbaru


Dapat Akses Data Dukcapil, PrivyID Butuh 1 Menit Verifikasi Data


BERITA TEKNOLOGI PrivyID, perusahaan teknologi rintisan yang konsentrasi pada tanda tangan digital, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mendapatkan hak akses data kependudukan untuk kebutuhan verifikasi.

CEO PrivyID Marshall Pribadi dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh usai menandatangani perjanjian kerja sama, Jumat (29/3/2019). - Bisnis/Deandra Syarizka

Penandatanganan nota tersebut dilaksanakan antara Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah dan Pendiri sekaligus CEO PrivyID Marshall Pribadi.
Hak verifikasi data tersebut mencakup pemanfaatan nomor induk kependudukan dan kartu tanda warga elektronik. Pemberian akses tersebutdipercayai dapat mempercepat proses verifikasi untuk mengeluarkan tanda tangan elekttronik tersertifkasi yang terpercaya.

CEO PrivyID Marshall Pribadi menyatakan, teknologi regulasi (regtech)ialah teknologi yangmenolong pelaku usaha memenuhi peraturan regulasi. Menurutnya, perusahaan regtech bakal terus berkembang sebab nantinya identitas digital yang terpercaya tak hanya dipakai di sektor finansial, tetapi pun ke semua sektor ekonomi.

Dia juga menyambut baik kerja sama dengan Ditjen Dukcapil yang tengahmengerjakan transformasi digital dalam pelayanannya. Marshall menjelaskan, sekitar ini masing-masing pemakai yang meregistrasi ke PrivyID diminta guna memasukkan lima parameter data, yang tiga diantaranya bakal diverifikasi ke Dukcapil. Dengan diberikannya hak akses data kependudukan, dia mengaku proses verifikasi identitas yangdilaksanakan melalui PrivyID melulu akan memakan masa-masa 1 menit.

“Akses real-time ke data warga ini akan dipakai untuk memverifikasi orang yang hendak menggunakan tanda tangan digital, sampai-sampai kami tak ragu lagi bahwa orang yang hendak menandatangani dokumen tertentulaksana pinjaman memang benar cocok identitas yang dia ungkapkan,” ujarnya, Jumat (29/3).

Dia menyatakan, sekitar ini perusahaan sudah mempunyai 3,4 juta pemakai pribadi dan 172 pelanggan korporasi, antara beda Bank BRI, CIMB Niaga, BCA Finance, Adira Finance, Telkom Indonesia, Gramedia, MPM dan Lintas Arta. Sejak 2017, perusahaan didukung oleh empat investor lokalyakni Telkom Indonesia melewati anak perusahaannya Metra Digital Investama, Bank Mandiri melewati Mandiri Capital Indonesia, Gunung Seweu Kencana melewati Kencna Investasi Indonesia dan Mahanusa Capital.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, pihaknya tengah membina ekosistem digital guna mempermudah pelayanan untuk masyarakat. Menurutnya, adanya tanda tangan digital bisa menghemat masa-masa dan birokrasi.

“Ini akan mengolah tata kelola pemerintahan. Saat ini ada sejumlah 1.183 lembaga yang berkolaborasi dengan Dukcapil guna mengakses data. PrivyIDdiserahkan akses data kependudukan guna validasi,” ujarnya.


Dia menyatakan, pada tahun ini Kemendagri mulai merealisasikan tanda tangan digital. Dengan demikian, penandatanganan administrasi warga dapatdilaksanakan tanpa mesti menantikan kehadiran kepala dinas atau pejabat yang terkaitdi kantor.

Selanjutnya, dalam jangka panjang pihaknya pun berencana guna mengembangkan teknologi pengenal wajah guna data kependudukan. Hal itu dinilai bisa lebih mempercepat proses pengumpulan kependudukan, sekaligus mengurangi terjadinya aksi radikalisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar