BERITA INDONESIA - BERITA TEKNOLOGI - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Senin, 08 April 2019

BERITA INDONESIA - BERITA TEKNOLOGI

Jumlah IoT di Indonesia diperkirakan akan empat kali lipat hingga akhir 2019

BERITA TEKNOLOGI
Asosiasi Internet of Things (IoT) Indonesia menyambut adopsi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi dari Menteri Komunikasi dan Informasi dari rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang penggunaan spektrum frekuensi radio sesuai dengan izin ruang belajar.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mempercayai kepastian hukum yang diserahkan Kemenkominfo bisa mendorong perkembangan industri IoT. Baca selengkapnya
Asosiasi Internet of Things (IoT) Indonesia menyambut adopsi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi dari Menteri Komunikasi dan Informasi dari rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang penggunaan spektrum frekuensi radio sesuai dengan izin ruang belajar.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mempercayai kepastian hukum yang diserahkan Kemenkominfo bisa mendorong perkembangan industri IoT.

Dia menyatakan saat ini jumlah perusahaan IoT yang sudah terdaftar di asosiasi menjangkau 250 anggota. Teguh memperkirakan sampai akhir tahun jumlah anggota dapat mencapai 1.000 perusahaan, atau naik empat kali lipat. Hal tersebut seiring dengan industri IoT yang sudah mempunyai kepastian hukum dan roadshow yang dilaksanakan asosiasi.

“Perkiraan sampai akhir tahun terdapat 1.000 anggota. Dulu teman-teman masih ragu-ragu, kini dengan adanya regulasi ini teman-teman yang berbasin non seluler bakal semakin yakin untuk melangsungkan secara massif,” kata Teguh untuk Bisnis, Minggu (7/4/2019).

Meski demikian, Teguh menyaksikan proses ini belum selesai. Dia menuliskan peraturan menteri itu tidak bisa berdiri sendiri tetapi perlu sokongan dari keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenenterian Komunikasi dan Informatika untuk menata pelaksanaan IoT dan pun penyelenggara IoT.

Dia menginginkan peraturan tentang petunjuk teknis segera dapat menyusul setelah ketentuan menteri ini dikeluarkan.

“Jadi untuk tuntunan pelaksanaan nanti terdapat keputusan dirjen sebagai tindak lanjut dari putusan menteri ini,” kata Teguh.

Dia menuturkan umumnya tuntunan tenis yang dikeluakan oleh Dirjen SDPPI tidak terlampau lama. Teguh memperkirakan pada Juni 2019, industri IoT mulai bisa beroperasi di Indonesia.

“Kalau April sudah terbit [perizinannya] teman-teman dapat mengurus semuanya, teman-teman sudah dapat jualan sangat lambat Juni 2019,” kata Teguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar