BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi transportasi - BERITA TEKNOLOGI 1 | BERITA TECHNOLOGY | TECHNOLOGY NEWS

Breaking

About Me

Example.com - Your ACME Website Winner

Selasa, 30 April 2019

BERITA TEKNOLOGI - berita teknologi transportasi

Peresmian prototipe JudesA di Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jumat (26/4).

Teknologi JudesA Jembatan Julangtaka Cianjur

BERITA TEKNOLOGI - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya mempermudah mobilitas penduduk di area terpencil dengan membina infrastruktur berupa jembatan gantung. Salah satunya jembatan gantung yang di bina di area Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.

Jembatan gantung yang diberi nama “Julangtaka” tersebut menghubungkan Dusun Cijulang dan Dusun Bantaka yang diceraikan oleh Sungai Cisadea. Infrastruktur yang ditujukan guna pejalan kaki dan pemakai sepeda motor ini adalah prototipe Jembatan Gantung guna Desa Asimetris (JudesA). Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) mengembangkan inovasi teknologi JudesA ini semenjak 2014.
Dalam penjelasan tertulis yang diterima republika.co.id, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR telah membina secara swakelola prototipe JudesA dengan bentang 40 meter, 60 meter. “Untuk JudesA dengan bentang 122 meter kesatu kali diterapkan di Desa Muaracikadu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Balitbang Kementerian PUPR Lukman Hakim.

Kementerian PUPR meresmikan Jembatan Julangtaka, pekan lalu. Kepala Pusjatan Deded P Sjamsudin menjelaskan, jembatan dengan teknologi JudesA ini memakai sistem pembangunan satu arah dengan konsep flying fox. Di mana dalam pembangunannya memakai tali penyeberangan. Cara ini dinilai mempermudah pembangunan guna membuka akses di area terpencil.

Berdasarkan keterangan dari Deded, material jembatan diciptakan prefabrikasi. Ia mengatakan, sistem komponen jembatan dan lantainya pun diciptakan secara modular, sampai-sampai dapat mempermudah pemasangannya. Berdasarkan keterangan dari dia, masyarakat pun dapat secara swadaya memasangkan komponennya. “Dari segi keamanannya, JudesA didukung oleh dua sistem kabel semiindependen. Di mana kabel utama dan sistem lantainya menyangga gaya lateral, sehingga andai salah satu kabel merasakan kegagalan, maka kabel lainnya saling menguatkan,” kata dia.

Dalam kurun 2015-2018, Kementerian PUPR telah membina sebanyak 164 jembatan gantung di sekian banyak  daerah, dan di antaranya adalahJudesA. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginginkan pembangunan jembatan gantung ini dapat mempermudah mobilitas penduduk dalam melakukan kegiatan sehari-hari. "Kehadiran Jembatan JudesA akan memfasilitasi dan mengurangi akses penduduk pedesaan ke sekolah, pasar, tempat kerja, administrasi kantor desa atau kecamatan dan akses ke masyarakat. persahabatan antar warga, "katanya.

Sebelum adanya Jembatan Julangtaka, penduduk sekitar seringkali menggunakan rakit guna menyeberangi sungai. Lalu lintas penduduk akan terkendala saat debit air sungai meningkat. Alternatif lainnya penduduk harus memutar. Kondisi ini dinilai menyulitkan, termasuk untuk anak-anak sekolah. “Jika terdapat hujan, banjir, mereka tidak sekolah, bahkan mesti menginap di sekolah,” kata Pelaksana Tugas Bupati Cianjur Herman Suherman.

Karenanya, Herman mengatakan, adanya jembatan itu sangat diperlukan oleh masyarakat. Siti Mulyani, pelajar SMPN 1 Sindangbarang, seringkali setiap hari memakai rakit menyeberangi sungai untuk mengarah ke sekolahnya. Jika memutar jalan, ia harus menempuh jarak selama dua kilometer. Ia juga bersyukur sekarang sudah terdapat jembatan. “Alhamdulillah, dapat ke sekolah dengan cepat dan aman,” ujar Siti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar